Perkembangan e-sports dalam industri game

Bermain game pada awalnya sering dianggap sebagai kegiatan yang tidak bermanfaat dan hanya buang-buang waktu dan uang. Tetapi di masa sekarang, stigma itu perlahan berubah. Alasannya adalah semakin banyak game yang diperebutkan dengan iming-iming uang.

Turnamen permainan profesional juga dikenal sebagai e-sports karena pemain bersaing satu sama lain di depan perangkat game mereka masing-masing. Di Asia Timur, sejumlah sekolah bahkan mulai membuka kelas khusus untuk mempelajari segala sesuatu tentang e-sports.

Sekolah Teknik di ibu kota adalah contoh dari perguruan tinggi semacam itu. Menurut laporan surat kabar luar negeri, ada 100 orang yang mengambil bagian di kelas sejak pertama kali dibuka pada bulan September.

“Pada awalnya, banyak orang tua berpikir bahwa kelas ini hanya terdiri dari permainan,” kata juru bicara sebagai kepala sekolah. “Kenyataannya tidak demikian. E-sport berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.”

Pada tahun pertama, porsi pelajaran diisi dengan praktik bermain game dan teori tentang industri e-sport. Siswa ditempa untuk menjadi lebih mahir dalam memainkan game e-sports populer seperti League of Legend, Counter Strike, Silent Hill, Overwatch, Resident Evil

Setelah tahun pertama, siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok belajar. Mereka yang memiliki keterampilan bermain tingkat tinggi akan dilatih untuk menjadi atlet e-sports profesional, sementara yang lain akan diberikan pelatihan sehingga mereka dapat mengambil profesi seperti penyelenggara acara, atlet pelatih, hingga pengiklan.

“Di masa depan, e-sports akan ada di setiap keluarga dan akan populer dibandingkan dengan bola basket atau sepak bola,” kata juru bicara yang berencana untuk menjadi pelatih atlet e-sport.

“Untuk berlatih olahraga tradisional, Anda harus keluar dan memiliki bidang yang diperlukan. Tetapi Anda hanya perlu komputer untuk berlatih e-sports di rumah,” tambahnya.

Industri e-sport memang mengalami pertumbuhan yang sangat cepat di sana. Menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan internet iResearch, sebanyak 250 juta orang diperkirakan bermain game e-sport atau menonton turnamen e-sport yang diadakan di sana.

Sementara menurut data dari CNG, industri e-sports kini menyerap 30 ribu pekerja. Mereka memperkirakan bahwa industri akan menyerap 250 ribu pekerja tambahan. Pada 2022, e-sport juga akan diperebutkan untuk pertama kalinya di Asian Games.

Keseruan bermain game Critical Ops MOD APK dengan teman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *